Tanda-tanda Kucing Akan Mati yang Harus Anda Ketahui !

Setiap mahluk yang bernyawa pada akhirnya akan mengalami fase kematian begitu juga dengan hewan kucing. Namun sebelum terjadi dakit dan mati biasanya kucing menunjukan beberapa tanda yang dapat anda ketahui dengan mudah. Bagi sobat yang memiliki kucing yang sedang sakit maka perlu untuk mempelajari tanda-tanda kucing akan mati agar dapat mengantisipasi dan menyelamatkan nyawa kucing kesayangan anda.

Seekor kucing secara naluriah akan mencari tempat-tempat yang nyaman menjelang ajalnya. Kucing juga dapat merasakan bahwa ia akan meninggal sehingga terkadang menunjukan perilaku yang tidak biasa. Umumnya kucing mengalami perubahan tingkah laku dan kondisi fisik yang drastis.

Tanda-tanda Kucing Akan Mati

Bagi pemula biasanya akan sulit untuk memahami perilaku kucing yang akan mati. Oleh karena itu sebaiknya kita belajar untuk memahaminya. Ciri yang ditunjukan sebenarnya cukup mudah terlihat diantaranya mengalami penurunan berat badan, badan terlihat sangat kusut, tidak memiliki nafsu makan, kucing terlihat sangat lelah dan lemah, kucing sering mengasingkan diri, nafas menjadi tidak beraturan dan masih banyak lagi. Agar dapat mengetahuinya lebih mendetail yuk langsung saja kita kenali tanda-tanda kucing akan mati.

Tidak Nafsu Makan

Kucing yang sedang sakit atau akan mengalami fase kematian biasanya tidak memiliki nafsu makan. Umumnya kucing akan berhenti makan dan minum menjelang akhir kematiannya.

Perubahan Tubuh Secara Derastis

Karena tidak makan dan tidak minum kucing yang akan mati memiliki perubahan bentuk tubuh yang sangat drastis. Ia juga menunjukan gejala anoreksia yakni turunya berat badan secara drastis, mata menjadi cekung dan sayu serta kulit menjadi kendur.

Tidak Dapat Mencerna Makanan dengan Baik

Kucing yang akan mati biasanya seluruh organ tubuhnya melemah. Ia akan kesulitan untuk mengunyah dan mencerna makanan. Oleh karena itu jika kucing anda mengalami kondisi ini sebaiknya berikan makanan basah atau makanan kering yang diberi air hangat agar memudahkan kucing dalam mencerna makanan.

Detak Jantung Melemah

Selain sistem pencernaan, sistem dan organ lainnya dalam tubuh kucing juga mengalami gangguan. Kucing yang akan mengalami fase kematian detak jantungnya menjadi melemah. Apabila kucing yang normal memiliki detak jantung sekitar 140 – 220 detak per menit maka untuk kucing yang sakit akan lebih rendah dari itu.

Untuk memeriksa kondisi detak jantung kucing sobat dapat meletakkan tangan anda pada sisi kiri bawah badan kucing tepat di belakang kaki depan nya. Pada bagian tersebut sobat dapat menghitung berapa kali detak jantung pada setiap menitnya.

Suhu Tubuh Menurun

Detak jantung yang melemah biasanya akan diiringi dengan penurunan suhu tubuh. Jika umumnya kucing sehat berada pada suhu 37 hingga 39 derajat Celcius maka suhu tubuh kucing yang akan meninggal akan lebih rendah.

Untuk mengecek suhu tubuhnya sobat dapat memeriksa telinganya dengan menggunakan termometer namun apabila tidak punya maka sobat dapat memegang bagian kakinya apakah terasa dingin atau tidak.

Nafas Menjadi Tidak Beraturan

Menjelang ajalnya nafas kucing akan menjadi tidak beraturan. Ketika tubuh kucing sehat nafas kucing dapat mencapai 20 hingga 30 kali setiap menit. Apabila seluruh organ seperti jantung dan paru-paru melemah maka asupan oksigan juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan nafas menjadi tidak beraturan.

Bau Badan Kucing Tidak Sedap

Ketika semua organ tubuh melemah zat-zat beracun dalam tubuh menjadi terkumpul dan kemudian menimbulkan bau yang tidak enak. Bau ini akan semakin menyengat setiap harinya karena kemampuan kucing tidak dapat mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh.

Kucing Mencari Perlindungan

Di lingkungan liar kucing yang kondisinya melemah biasanya akan menjadi mangsa bagi hewan lain. Oleh karena itu secara naluriah ia akan mencari tempat yang aman dan nyaman untuk berlindung. Biasanya tempat-tempat yang sering ia kunjungi ketika akan meninggal adalah dibawah barang-barang dan tempat-tempat yang tersembunyi.

Terindikasi Gejala Penyakit

Umumnya kucing yang akan meninggal memiliki gejala penyakit tertentu. Gejala yang ditunjukan seperti muntah, diare, tidak mau makan, lemas dan masih banyak lagi. Jika kucing sobat menunjukan gejala yang aneh segera bawa ia ke dokter hewan terdekat agar dapat ditangani dengan baik.

Kucing Menjadi Pendiam dan Tidak Bersemangat

Tubuh kucing yang sedang lemah membuatnya sulit untuk beraktifitas seperti biasa. Jika kondisi semakin parah biasanya ia sudah tidak dapat berdiri dan berjalan. Apabila sudah pada tahap ini lebih baik anda periksakan ke dokter hewan terdekat agar nyawanya dapat tertolong.

Kucing Merasakan Nyeri yang Parah

Menjelang akhir hidupnya biasanya kucing mengalami nyeri  dan sakit yang tidak tertahankan. Meskipun ia tidak terlalu menunjukan reaksi yang berlebihan namun sakit itu dapat anda lihat dari gesture tubuhnya dan sorot matanya.

Buang Air Sembarangan

Kondisinya yang tidak memungkinkan untuk buang air besar dan buang air kecil di litterbox membuatnya buang air sembarangan. Ia pun mulai tidak dapat mengontrol kandung kemih nya. Wajar saja jika ia menjadi kencing dan pup sembarangan.

Jika sobat merasa kesulitan mengatasi hal ini, sobat dapat menggunakan popok khusus hewan agar air kencing dan pup nya tidak berceceran.

Sensitif Terhadap Lingkungan

Sudah mimin ulas diatas bahwa kucing yang akan menemui ajalnya menginginkan tempat yang sepi dan nyaman serta jauh dari gangguan. Oleh karena itu pada masa-masa ini ia akan menjadi sensitif terhadap lingkungannya. Bahkan setitik cahaya pun dapat membuatnya merasa terganggu. Sebaiknya pada kondisi ini jagalah kucing kesayangan anda dan berikan tempat yang nyaman untuk hari-hari terakhirnya.

Lebih Banyak Tidur

Karena mengalami kesulitan dalam beraktivitas, maka wajar saja kucing lebih banyak tidur dari biasanya. Kondisi badan nya yang melemah membuatnya tidak memiliki tenaga untuk menggerakan tubuhnya. Terus simak kondisi kucing kesayangan anda untuk melihat perkembangannya.

Tidak Bersuara

Kondisi kucing yang semakin melemab membuatnya bahkan tidak dapat bersuara. Jika bisa pun suaranya terdengar sangat lemah dan tidak seperti biasanya. Ia dapat mengeluarkan suara dengan keras sesekali ketika ia sakaratul maut karena mengalami sakit yang luar biasa.

Kejang-kejang

Kucing yang akan mengalami kematian mengalami kejang-kejang. Seperti yang pernah admin alami pada kucing kesayangan mimin, kejang-kejang terjadi beberapa kali menjelang kematiannya. Kejang-kejang ini bisa menyebabkan kotoran / pup yang ada di tubuhnya keluar. Ada yang mengeluarkan air dari mulutnya.

Itulah tanda-tanda kucing yang akan mati. Semoga informasi yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi sobat yang memelihara kucing yang sedang sakit. Sampai jumpa pada artikel yang kami sajikan selanjutnya di Pawanghewan.com

Tags: