Jenis Kelinci Pedaging Unggul yang Cepat Besar

Setelah kemaren mimin bahas tentang jenis kelinci hias, pada kesempatan ini mimin akan membahas jenis kelinci pedaging unggul yang cocok untuk dibudidayakan.

Seperti namanya, kelinci pedaging dibudidayakan untuk dikonsumsi dagingnya. Oleh karena itu, hanya jenis kelinci yang memiliki postur tubuh besar dan gempal lah yang cocok untuk dijadikan kelinci pedaging.

Jenis kelinci potong tidak sebanyak kelinci hias, ciri utama kelinci pedaging umumnya memiliki tubuh besar dan bulu pendek. Corak warna bulunya pun biasanya tidak neko-neko, hanya polosan saja. Misal warna bulunya hanya putih polos atau cokelat polos.

Nah, untuk sobat yang belum tahu apa saja jenis kelinci pedaging yang bagus untuk dibudidayakan, silahkan lihat daftarnya dibawah ini.

Jenis Kelinci Pedaging yang Cepat Besar

Jenis Kelinci Pedaging

Jenis-jenis kelinci berikut ini merupakan jenis kelinci yang populer dibudidayakan oleh peternak kelinci pedaging.

1. Kelinci Flemish Giant

Kelinci Flemish Giant

Kelinci Flemish Giant merupakan jenis kelinci yang berasal dari Belgia, tepatnya berasal dari daerah Flanders. Seperti namanya, Flemesh giant memiliki postur tubuh yang besar. Ukuran tubuhnya mencapai 3-4 kali ukuran kelinci lokal dengan bobot 6kg – 12 kg.

Karena tubuhnya yang besar, flemish giant menjadi andalan para pembudidaya kelinci pedaging. Bagi yang modalnya tidak banyak, biasanya menyilangkan flemish giant dengan jenis lain untuk mendapatkan keturunan yang besar.

Ciri-ciri Kelinci Flemish Giant

  • Ukuran tubuh besar, panjang tubuh yang dewasa mencapai 50 cm.
  • Bentuk kepala terlihat lebar.
  • Telingan berdiri tegak, panjang sekitar 15 cm dan tebal.
  • Kaki yang besar, panjang dan kokoh.
  • Warna bulu umumnya polosan tidak ada kombinasi, seperti putih saja atau cokelat saja.
  • Berat kelinci dewasa mencapai 6 kg – 12 kg.

2. Kelinci New Zealand

Kelinci new Zealand

Meski memiliki nama Kelinci new Zealand, namun kelinci jenis ini bukan berasal dari Australia, melainkan dari Amerika.

Kelinci new Zealand merupakan hasil persilangan antara kelinci Flemish Giant dengan kelinci Belgian Hare pada tahun 1900-an. Pada awalnya hanya menghasilkan kelinci berwarna merah, lalu varietas putih diciptakan pada tahun 1917 oleh William S. Preshaw.

Hingga kini ada 5 warna kelinci New Zealand yang diakui oleh American Rabbit Breeders ‘Association (ARBA). yaitu merah, putih, hitam, biru, dan broken.

Kelinci New Zealand memiliki tubuh besar dan gempal, bobotnya mencapai 4 kg – 5.4 kg, sangat cocok untuk dibudidayakan sebagai kelinci pedaging. Untuk sobat yang ingin membididayakan kelinci pedaging, jenis ini patut sobat coba.

Ciri-Ciri Kelinci New Zealand

  • Bertubuh sedang cenderung besar, dada penuh, terlihat gempal (padat berisi) dan bulat.
  • Kepala agar bundar dan besar.
  • Telinga tegak keatas, tembal, besar dan ujung terlihat membulat.
  • Kaki depan pendek.
  • Bulunya hasul dan tepal.
  • Warna bulu merah, putih, hitam, biru dan broken.
  • Berat mencapai 4kg – 5.4 kg

3. Kelinci Rex

Kelinci Rex

Kelinci Rex adalah keturunan kelinci liar dari Prancis. Ditemukan pada tahun 1919 dan dikembangkan bertahun-tahun oleh peternak dan industri bulu di negara asalnya.

Selain dimanfaatkan dagingnya, kelinci rex juga dimanfaatkan bulunya yang bertekstur seperti beludru mewah.

Kelinci rex pertama kali ditampilkan secara publik di Paris International Rabbit Show pada tahun 1924, lalu diakui sebagai ras standar di beberapa bagian Eropa sejak 1925.

Sedangkan di Indonesia, kelinci jenis ini mulai populer pada tahun 2000. Meski tidak memiliki bulu panjang, kelinci rex banyak dijadikan sebagai kelinci peliharaan atau kelinci hias karena bulunya yang unik.

Ciri-ciri Kelinci Rex

  • Memiliki bentuk kepala yang besar.
  • Telingan berdiri tegak terlihat agak lebar.
  • Kumis keriting.
  • Bulu pendek, tidak mudah rontok, rapat dan halus tampak seperti beludru.
  • Warna bulu kebanyakan bermotif trotol dengan warna dasar putih.
  • Memiliki berat badan antara 3kg – 5 kg.

Demikianlah jenis kelinci pedaging yang cepat besar dan banyak di budidayakan oleh masyarakat Indonesia. Semoga dengan penjelasan diatas bisa menjadi informasi yang bermanfaat untuk sobat pawanghewan.net

Tags: