Cara Ternak Kenari Paling Lengkap !

Cara Ternak Kenari – Hari ke hari popularitas burung kenari semakin meningkat, efeknya permintaan burung kenari dipasaran pun ikut ramai.

Hal ini disambut dengan baik oleh para pembudidaya unggas untuk membudidayakan kenari.

Sebenarnya membudidayakan kenari tidaklah sulit, apalagi bagi kicaumania senior.

Sedangkan bagi pera pemula, menurut saya hanya perlu sedikit belajar tentang cara merawat burung kenari.

Ada banyak keuntungan ketika ternak kenari, selain untuk menyalurkan hobi di dunia kicau, Anda juga bisa menjual kenari hasil ternak tersebut.

Ibarat pepatah baru “Jadikanlah hobimu sebagai pekerjaanmu” . Jika tidak mencukupi, ya setidaknya bisa membantu biaya perawatan burung kicau kesayangan kalian. hehe

Nah apabila Anda tertarik ternak burung kenari namun tidak tau caranya, artikel yang akan saya bagikan ini sangat pas untuk anda baca.

Saya akan sharing tentang cara beternak kenari secara lengkap, mulai dari persiapan ternak hingga telur menetas.

Oh iya, dalam dunia usaha apa pun itu jenisnya, kunci supaya berhasil atau sukses yaitu sabar, telaten dan konsisten.

Bagitu juga jika anda beternak kenari, Anda harus melakukan tiga hal tersebut supaya hasilnya maksimal. Jangan lupa juga berdoa, memohon kemudahan.

Baiklah, dari pada semakin panjang dan bertele-tele langsung saja simak tutorialnya berikut ini.

Cara Ternak Kenari Paling Lengkap!

Cara Ternak Kenari Sistem Koloni

Point-point yang akan kita bahas pada artikel ini, antara lain :

1. Persiapan Ternak Kenari

  • Persiapan Kandang
  • Pemilihan Indukan

2. Menjodohkan Burung Kenari Sampai Telur Menetas

  • Proses Penjodohan Kenari
  • Proses Perkawinan Kenari
  • Perawatan Kenari Mengerami Telur
  • Proses Perawatan Saat Telur Menetas

Baca juga : Cara merawat burung kenari mabung agar cepat tuntas

Persiapan Ternak Kenari

Sebelum anda memulai beternak kenari, tentu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Diantaranya,

1. Kandang Ternak Kenari

Hal pertama yang wajib anda siapkan yaitu kandang ternak kenari. Kandang merupakan hal vital yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memulai beternak.

Dalam beternak kenari, umumnya ada 2 sistem yang digunakan, yaitu ternak kenari sistem koloni dan sistem sangkar harian.

Kandang Ternak Kenari Sistem Koloni

Kandang Ternak Kenari Sistem Koloni

Sistem koloni artinya beternak kenari lebih dari sepasang indukan dalam satu sangkar/kandang.

Jadi sistem koloni ini memerlukan ukuran kandang yang lebih besar, menyesuaikan dengan jumlah indukan kenari yang akan diternak.

Anda bisa membuat ukuran kangan tinggi 2 m, panjang 2 m dan lebar 1.5 m untuk jumlah indukan kenari lebih kurang 5 indukan.

Pokoknya sesuaikan dengan jumlah indukan dan lahan yang Anda punya, pastikan kenari masih cukup leluasa didalam kandang.

Tips membuat kandang untuk ternak kenari koloni:

  • Buatlah sangkar ditempat terbuka dengan ukuran P x L x T : 2m x 1.5m x 2m (ukuran sesuaikan dengan jumlah indukan dan luas lahan).
  • Atur posisi sangkar ditempat yang aman dan nyaman untuk kenari.
  • Sebaiknya 1/3 atap sangkar menggunakan atas yang transparan. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk kedalam sangkar. Burung kenari yang diternak secara koloni membutuhkan sinar matahari yang cukup, supaya kesehatannya terjaga dan gemuk.

Kandang Ternak Kenari di Sangkah Harian

Kandang Ternak Kenari di Sangkar Harian

Sedangkan untuk ternak kenari didalam sangkar harian biasanya menggunakan sangkar yang berukuran 40 cm x 40 cm x 60 cm.

Ukuran tersebut sudah cukup luas untuk sepasang kenari. Apabila memau membuat ukuran yang lebih luas juga tidak masalah.

Catatan : Persiapan kadang ternak sudah termasuk dengan persiapan tempat bertengger, sarang serta tempat pakan dan minum.

Sistem koloni bisa menggunakan tempat pakan dan minum khusus yang banyak dijual di toko burung. Jika tidak ada, anda bisa membelinya secara online.

Jumlah sarang sebaiknya sesuaikan dengan jumlah kenari betina. Atur jarak sarang satu dengan yang lain lebih kurang 50 cm.

2. Memilih Indukan Kenari

Setelah kandang dan aksesorisnya siap, selanjutnya yaitu memilih indukan kenari.

Untuk menghasilkan peranakan yang bagus, kita juga memerlukan indukan kenari jantan dan betina yang berkualitas. Ini sangat penting, karena peranakan umumnya akan membawa sifat induknya.

Ciri-ciri Indukan Kenari Berkualitas :

  • Masih dalam usia produktif. Indukan kenari jantan idealnnya berusia 8-9 bulan, sedangkan indukan kenari betina idealnya usia 6-7 bulan.
  • Sehat dan lincah, tidak cacat fisik maupun mental.
  • Pilih indukan kenari yang berprestasi atau gacor.

Jika masih bingung memiliki kenari jantan dan betina, silahkan baca artikel : Cara membedakan kenari jantan dan betina

3. Pilih Indukan Kenari yang Siap Kawin

Yang di inginkan para peternak kenari yaitu kenari cepat bertelur. Untuk itu, pastikan indukan kenari yang anda pilih siap kawin supaya cepat bertelur.

Berikut ini ciri-ciri indukan kenari siap kawin :

Kenari Jantan siap Kawin :

  • Sering melompat, mengepakan sayap pertanda bahwa Kenari jantan sedang birahi
  • Sering berkicau

Kenari Betina siap kawin :

  • Sering mengepak-ngepakan sayap
  • Sering mematuk jeruji sangkar

Jika semua persiapan sudah selesai, selanjutnya yaitu proses intinya. Silahkan simak dengan baik.

Proses Menjodohkan Burung Kenari Sampai Telur Menetas

1. Proses Penjodohan Kenari

Proses Penjodohan Kenari

Setelah anda mendapatkan indukan kenari jantan dan betina, jangan buru-buru menempatkan ke dalam satu kandang, karena mereka belum saling mengenal.

Sebaiknya kita lakukan proses penjodohan, caranya masukan kedua calon indukan tersebut kedalam sangkar yang berbeda.

Selanjutnya kita dekatkan sangkar tersebut supaya calon indukan saling mengenal dan tertarik.

Lama proses penjodohan sangat bervareasi, ada yang cepat ada pula yang lambat.

Ciri kenari sudah saling tertarik yaitu sang jantan akan menyuapi si betina dan sang jantan juga akan mulai rajin berkicau untuk menarik perhatian Kenari Betina.

Jika sudah seperti itu, anda boleh menaruhnya kedalam satu kandang, baik kandang koloni maupun harian.

2. Proses Perkawinan Kenari

Jika kenari sudah dijodohkan biasanya akan cepat kawin dan bertelur.

Ini merupakan proses alami, yang perlu kita lakukan hanya merawat kenari seperti biasanya.

Mengganti pakan dan minum, memadikan dan menjemurnya jika beternak kenari dalam sangkar harian.

Sedangkan yang beternak dengan sistem koloni tidak perlu menjemurnya lagi jika sudah menggunakan tips pembuatan kandang ternak koloni seperti yang sudah saya tulis diatas.

Lakukan perawatan seperti ini setiap hari hingga kenari kawin dan bertelur. Apabila sudah bertelur sebaiknya jangan menjemurnya lagi, karena dapat merusak embrio telur kenari.

3. Perawatan Kenari Mengerami Telur

Perawatan Kenari Mengerami Telur

Setelah indukan kenari bertelur, sang betina biasanya akan mengerami terus telurnya.

Sedangkan sang jantan biasanya akan menyuapi si betina supaya tidak kelaparan.

Selama proses pengeraman, sebaiknya tempatkan sangkar ditempat yang sepi, jauh dari keramaian. Hal ini bertujuan agar indukan kenari tidak stress dan fokus mengerami telurnya.

Jangan lupa ganti makan dan minumnya secara teratur dan jaga kebersihan kandang.

4. Proses Perawatan Saat Telur Menetas

Sejak menetas hingga bertelur biasanya membutuhkan waktu pengeraman selama 14 hari.

Pada saat telur sudah menetas, anda cukup mengamatinya saja. Biarkan induk kenari yang memberikan pakan kepada anak-anaknya.

Yang perlu anda pastikan yaitu ketersediaan pakan dan minum yang harus selalu ada.

Karena yang memakan tidak hanya induknya saja, biasanya pakan akan cepat habis.

Jangan lupa, dengerin juga suara burung kenari paling lengkap di pawanghewan.net

Kesimpulan

Itulah tadi panduan lengkap cara ternak kenari sistem koloni maupun di sangkar harian.

Pada dasarnya siapa saja dapat melakukan ternak kenari, yang terpenting mau belajar dan telaten.

Untuk pembelajaran, saran saya mulailah ternak kenari di sangakar harian. Selain hemat budget, perwatannya pun jauh lebih mudah.

Tags: